Home Ekonomi Sentil Anggota DPRD, Aktivis Pro-CW : Di Saat Petani Kesulitan Pupuk Dia Kemana ?
Ekonomi

Sentil Anggota DPRD, Aktivis Pro-CW : Di Saat Petani Kesulitan Pupuk Dia Kemana ?

401
Petani tembakau sedang menjemur tembakau rajang. (Foto : Syaiba/NRJ)

Probolinggo, newsradarjatim.com – Pernyataan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari fraksi Nasdem Sumarmi Rasit, di salah satu media online yang mendesak gudang tembakau induk Paiton agar segera dibuka, menuai pro kontra di kalangan masyarakat.

Aktivis Probolinggo Corruption Watch (Pro-CW) Bin Haudi menilai, hal tersebut merupakan upaya untuk menarik simpati masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada tahun 2024. Mengingat, suaminya saat ini yakni Abdul Rasit terdaftar sebagai bakal calon Wakil Bupati Probolinggo.

“Di saat musim tanam, petani kesulitan pupuk dia kemana ?. Apa diamnya itu karena suaminya sebagai distributor pupuk ?. Padahal, saat itu petani tembakau menjerit karena sulitnya pupuk dan harga tinggi. Kami justru mempertanyakan perannya sebagai anggota DPRD yang tidak hadir kala itu,” ujarnya, Rabu (11/9/24).

Ia mengungkapkan, perjuangan petani tembakau di saat musim tanam dihadapkan pada permasalahan yang berat. Sebab, tanaman tembakau tidak lagi menjadi komoditas yang mendapat alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Sehingga, petani dengan sangat terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang sangat tinggi. Secara otomotis, biaya produksi tanam tembakau menelan biaya yang tinggi.

“Hal tersebut menjadi salah satu agenda kami, dan membawanya dalam audiensi di kantor DPRD tahun lalu bersama dinas/instansi terkait. Saat itu, bersama Wahid Nurahman anggota DPRD fraksi Golkar kami mengusulkan agar pupuk untuk petani tembakau disubsidi melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dan saya tidak melihat perannya (Sumarmi Rasit) dulu,” ungkapnya.

Sementara, salah satu petani tembakau di wilayah Kecamatan Kotaanyar, Sayidi kepada newsradarjatim.com menerangkan, saat ini dirinya sudah merasa bersyukur karena harga jual tembakau cukup tinggi, berkisar Rp 65 rb sampai dengan Rp 70 rb.

Alhamdulillah harga sekarang tinggi. Kami tidak ada urusan sudah buka atau tidaknya gudang tembakau saat ini. Itu urusannya para tengkulak yang memiliki akses jual ke gudang,” ucapnya. (red)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Potret Kontras Penegakan Aturan MBG : Ketegasan Lumajang vs Evaluasi Prosedural Probolinggo

PROBOLINGGO – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur kini...

Ulat dalam MBG : Kegagalan Sistemik atau Kejahatan Kemanusiaan ?

Probolinggo – Aktivis Laskar Advokasi Siliwangi, Syaiful Bahri mengecam keras temuan ulat...

Polemik Tunggakan Pembayaran Tol Paket 1 Terselesaikan, Apa Masih Ada yang Lain ?

Probolinggo, newsradarjatim.com – Polemik tunggakan pembayaran dalam pembangunan jalan tol Probolinggo –...

Pembangunan Tol Probowangi Paket 1 Diduga ‘Ngutang’ ke Masyarakat, Siliwangi Surati Humas KSO

Probolinggo, newsradarjatim.com – Pembangunan jalan tol Probolinggo – Banyuwangi atau Probowangi yang...