Home Ekonomi Ulat dalam MBG : Kegagalan Sistemik atau Kejahatan Kemanusiaan ?
Ekonomi

Ulat dalam MBG : Kegagalan Sistemik atau Kejahatan Kemanusiaan ?

16
Oplus_16908288
Menu MBG yang Disoal Wali Murid

Probolinggo – Aktivis Laskar Advokasi Siliwangi, Syaiful Bahri mengecam keras temuan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (26/2/26).

Ia menilai, kejadian ini merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan terhadap anak dan kegagalan sistemik dalam pengawasan rantai pasok program tersebut.

“Temuan ulat dalam menu MBG adalah bukti nyata bahwa sistem pengawasan kita gagal melindungi anak-anak kita dari bahaya pangan yang tidak layak,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini tidak hanya menunjukkan kelemahan dalam pengawasan, tetapi juga menunjukkan bahwa ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam mengelola program MBG.

“Ini adalah kejahatan kemanusiaan terhadap anak-anak kita, yang berhak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi. Apalagi, di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah memiliki tenaga ahli gizi, namun mengapa kejadian seperti ini masih terus terulang ?,” tambahnya, penuh tanya.

Perihal itu, ia meminta kepada pihak Badan Gizi Nasional dan Satgas MBG Kabupaten Probolinggo, untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Jika diperlukan, berikan tindakan tegas dengan pembekuan operasional.

“Kami tidak akan diam melihat anak-anak kita menjadi korban dari kegagalan sistemik ini. Kami akan turut mengawasi dan menuntut keadilan bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Dikabarkan sejumlah media online, seorang wali murid di PAUD Tahzibun Nasyiin, Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo berinisial SZ menemukan ulat dalam menu MBG yang diterima anaknya.

Menu tersebut diduga didistribuskan oleh mitra SPPG Sogaan – Pakuniran – Probolinggo, pada Kamis (26/2/26).  Wali murid tersebut menyampaikan kekecewaannya atas temuan itu. Ia mempertanyakan standar kebersihan dan pengawasan makanan yang diberikan kepada anakanya. Dalam rekaman video yang beredar, menu MBG yang terdiri dari tahu pentol, bakpau dan roti, kondisinya berulat dan berjamur.

Dalam keterangannya, Kepala SPPG Sogaan – Pakuniran – Probolinggo, M. Aminullah membenarkan bahwa menu MBG tersebut memang didistribusikan oleh mitra SPPG setempat. Ia mengaku terkejut dengan temuan tersebut.

Menurutnya, pihak SPPG bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal untuk penyediaan bahan baku. Atas kejadin ini, pihaknya akan mengevaluasi dan memutus kerja sama dengan suplier UMKM yang bersangkutan, dan akan mencari pemasok lain yang lebih bertanggung jawab. (tim)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Potret Kontras Penegakan Aturan MBG : Ketegasan Lumajang vs Evaluasi Prosedural Probolinggo

PROBOLINGGO – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur kini...

Polemik Tunggakan Pembayaran Tol Paket 1 Terselesaikan, Apa Masih Ada yang Lain ?

Probolinggo, newsradarjatim.com – Polemik tunggakan pembayaran dalam pembangunan jalan tol Probolinggo –...

Pembangunan Tol Probowangi Paket 1 Diduga ‘Ngutang’ ke Masyarakat, Siliwangi Surati Humas KSO

Probolinggo, newsradarjatim.com – Pembangunan jalan tol Probolinggo – Banyuwangi atau Probowangi yang...

Konflik PT AKM dengan Supplier Berbuntut Panjang, Dirut PT Sultan Teknik Utama Angkat Bicara

Probolinggo, newsradarjatim.com – Dirut PT Sultan Teknik Utama, Novian Ramadhanu Fidhayanto menanggapi...