
Probolinggo, newsradarjatim.com – Sejumlah sopir dump truk yang mengangkut material pertambangan batuan yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, terpaksa gigit jari, Selasa (2/1/24).
Pasalnya, Muhammad Nuruddin yang mengaku sebagai pemilik tanah di pintu masuk area pertambangan tersebut, bersama puluhan warga setempat meminta kepada para sopir pengangkut material agar tidak melewati jalan tersebut. Alasannya, pihak pengelola tambang dari CV Tulus Karya Bersama itu, dianggap kurang komunikatif.
Selain itu, keberadaan tambang sebagai salah satu penyuplai material untuk pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi (probowangi) ini dinilai tidak membawa asas manfaat kepada warga setempat. Alhasil, kegiatan pertambangan saat itu terpaksa berhenti.
Kepada media ini, Muhammad Nuruddin mengatakan jika pihaknya tidak bermaksud mengganggu adanya kegiatan pertambangan. Namun dirinya tidak menginginkan tanah miliknya itu dilewati kendaraan bermuatan material tambang.
“Silahkan dilanjutkan kegiatan tambangnya, tapi jangan melewati tanah milik saya. Lewat jalan lain saja,” ucap pria yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini.
Sampai berita dinaikkan, pihak CV Tulus Karya Bersama sebagai pengelola pertambangan batuan di Desa Sukorejo, belum berhasil dikonfirmasi terkait blokade jalan tersebut.
Aksi protes warga terhadap keberadaan pertambangan batuan di Desa Sukorejo ini menambah sederet permasalahan yang terjadi. Sebelumnya, Syafi’i selaku Ketua Forum Pemuda Sukorejo, juga memprotes muatan truk tronton yang digunakan pihak tambang.
Sebab, keberadaan truk tronton yang melewati jalan kabupaten (bukan kelas jalannya) diduga menimbulkan kemacetan dan kerusakan infrastruktur jalan, serta jembatan. (red)

Leave a comment