
Probolinggo, newsradarjatim.com – Suhu politik menjelang pemilihan bupati atau Pilbup Probolinggo 2024, semakin memanas. Hal itu terlihat dari munculnya deretan tokoh yang diprediksi bakal maju di Pilbup Probolinggo, baik itu dari kalangan politikus maupun kalangan tokoh pesantren.
Menariknya lagi, salah satu aktivis yang dianggap berpotensi maju di pesta demokrasi tersebut adalah Bupati LSM Lira Probolinggo, Samsudin. Pasalnya, pria yang juga berprofesi sebagai pengusaha ini dianggap memiliki basis massa yang cukup dan kuat secara finansial. Termasuk jaringan relasinya dengan para pengurus partai politik atau parpol.
Meski asumsi tersebut mengalir deras di masyarakat, namun melalui acara diskusi politik di kanal YouTube Fatwa Siliwangi Official yang tayang sejak Rabu (24/4/24), secara tegas Samsudin menyatakan tidak punya kepentingan politik di Kabupaten Probolinggo.
“Saya diisukan mau nyaleg, diisukan mau nyalon bupati, mau nyalon ini dan sebagainya. Saya sampaikan itu hak. Tetapi nanti, biar masyarakat sendiri yang menilai seperti apa. Apa yang kami lakukan murni untuk kepentingan masyarakat atau kepentingan lain. Saya pastikan di kontestasi 2024 (Pilbup Probolinggo, red), saya tidak akan ikut kontestasi politik,” ucapnya.
Selain itu, pria berambut kuncir ini juga melakukan klarifikasi terkait kedekatannya dengan salah satu bakal calon Bupati Probolinggo 2024, Muhammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris. Hal itu tidak lain semata-mata dirinya merupakan alumni dari Ponpes Zainul Hasan Genggong.
“Harus dilihat, bakal calon yang muncul di Probolinggo bukan cuma beliau, Gus Haris. Ada Habib Mahdi. Perlu diingat, di bulan puasa kemarin saya masih berdialog dengan Habib Mahdi. Kita sebagai kontrol sosial ( aktivis, red) harus mendekati semua tokoh-tokoh. Tokoh ya, bukan yang ditokohkan. Kalau yang ditokohkan wajar misalkan saya tidak kenal,” terangnya. (red)

Leave a comment