Home Politik Setahun “Pemerintahan Sae”, Penurunan Kemiskinan 0,14% Sebagai “Kado Pahit”
Politik

Setahun “Pemerintahan Sae”, Penurunan Kemiskinan 0,14% Sebagai “Kado Pahit”

15
Aktivis Laskar Advokasi Siliwangi, M. Hasan Basri

PROBOLINGGO – Tepat satu tahun perjalanan pemerintahan Bupati – Wakil Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris dan Fahmi AHZ yang dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, dinilai masih jauh dari ekspektasi perubahan yang dijanjikan.

Sorotan utama tertuju pada rilis data kemiskinan terbaru. Dari angka 16,45% di tahun 2024, posisi Kabupaten Probolinggo hanya bergeser tipis ke angka 16,31% di tahun 2025.

Aktivis Laskar Advokasi Siliwangi, M. Hasan Basri mengatakan, penurunan yang hanya sebesar 0,14% ini dinilai sebagai kegagalan birokrasi dalam menerjemahkan visi besar rezim yang dikenal dengan “pemerintahan sae” ini.

Menurutnya, rakyat Kabupaten Probolinggo tidak butuh “angka kosmetik”, melainkan perubahan fundamental yang menyentuh urusan perut.

“Potret kesejahteraan rakyat masih jalan di tempat. Penurunan 0,14% itu gerak siput. Sangat ironis, daerah yang memiliki Bromo, garis pantai panjang, dan jalur pantura, masih nyaman menyandang predikat 4 termiskin di Jawa Timur,” tegasnya, Jumat (20/2/26).

Dalam evaluasi satu tahun ini, Basri juga membandingkan Kabupaten Probolinggo dengan daerah lain di Jawa Timur yang mampu berlari lebih cepat. Ia menunjuk Kabupaten Sumenep sebagai pembanding yang menohok.

“Jika Sumenep yang berada di kepulauan bisa menurunkan angka kemiskinan hingga 0,76% (lima kali lipat lebih efektif), lalu apa alasan Kabupaten Probolinggo yang punya akses darat internasional masih merayap seperti kura-kura?. Ini bukti birokrasi kita kehilangan kompas,” tambahnya.

Satu tahun pertama ini, lanjutnya, seharusnya menjadi momentum hilirisasi produk lokal dan penciptaan lapangan kerja formal yang masif. Namun, yang terjadi justru Kabupaten Probolinggo seolah menjadi “penjaga tetap” daftar hitam kemiskinan di Jatim, bersanding dengan kabupaten di Madura.

Untuk itu, ia mengingatkan agar momentum setahun kepemimpinan ini dijadikan bahan evaluasi total, bukan sekadar seremoni.

“Predikat peringkat 4 termiskin ini adalah potret nyata ribuan kepala keluarga yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Gus Haris tidak boleh terlena oleh laporan bawahan yang bersifat administratif. Rakyat butuh aksi nyata, bukan sekadar angka di atas kertas yang tidak terasa dampaknya di dapur warga,” tutupnya.

Hingga berita ini dirilis, Pemerintah Kabupaten Probolinggo belum memberikan pernyataan resmi terkait evaluasi capaian satu tahun di bidang pengentasan kemiskinan tersebut. (red)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Bupati Gus Haris Turun ke Lokasi Jalan Rusak Tuai Pujian

Probolinggo, newsradarjatim.com – Bupati Probolinggo, dr. H. Muhammad Haris atau yang akrab...

Jika Hasan Aminuddin Segera Bebas, Eskalasi Politik di Probolinggo Akan Tinggi

Probolinggo, newsradarjatim – Masyarakat Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, saat ini hangat memperbincangkan...

Soal Penolakan Mobdin, Aktivis Siliwangi Singgung Anggota DPRD Koalisi Gus Haris – Lora Fahmi

Probolinggo, newsradarjatim.com – Penolakan usulan pengadaan mobil dinas (mobdin) oleh Bupati dan...

Begini Klarifikasi KPU Probolinggo Terkait Gelaran Musik DJ di Acara Rakor

Probolinggo, newsradarjatim.com – Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Aliwafa memberikan klarifikasi terkait viralnya...