
Probolinggo, newsradarjatim.com – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Probolinggo akan menurunkan personilnya untuk mengawasi pelaksanaan lomba video tiktok semarak kemerdekaan bersama ZR, yang akan diadakan oleh simpatisan pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Probolinggo, Zulmi Noor Hasani dan Abdul Rasit.
Pasalnya, dalam acara yang diisi kegiatan color gym dan dijadwalkan akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2024 itu, diduga akan turut diramaikan kalangan pemerintah desa, seperti kepala desa, perangkat desa, dan unsur lainnya.
“Bawaslu akan mengawasi keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan pemerintah desa dalam kegiatan tersebut. Jika ada keterlibatan pihak-pihak dimaksud dan ditemukan terjadi dugaan pelanggaran, maka kami akan melakukan tindakan dengan membawa kasus tersebut ke Gakkumdu untuk dilakukan pengkajian,” ujar Ubaidilah selaku Divisi Hukum dan Penyelesaian Pemilu Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Jumat (23/8/24).
Bentuk pelanggaran yang dimaksud, lanjut Ubaidillah, di antaranya penggunaan atribut bakal calon, berorasi politik, mobilisasi massa, meng-upload foto atau video bakal calon di medsos, dan larangan lainnya.
“Di Gakkumdu nanti akan dilakukan kajian. Misalnya ditemukan pelanggaran etik, maka akan direkomendasikan kepada atasan atau OPD (organisasi perangkat daerah) terkait untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Video Tiktok ZR, M. Nuruddin mengatakan, pihaknya memang memberikan undangan ke pemerintah desa, namun tidak menyeluruh. Undangan tersebut pun tidak bersifat memaksa atau wajib.
Ia pun menampik adanya isu permintaan sumbangan ke pemerintah desa untuk perhelatan acara tersebut. Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari fraksi PPP ini menegaskan, acara itu diadakan dengan menggunakan uang pribadinya.
“Ketua panitianya itu saya. Jika ada anggota panitia yang meminta sumbangan, tolong infokan kepada saya,” ujarnya, saat dihubungi newsradarjatim.com, Kamis (22/8/24). (red)

Leave a comment