Home Tak Berkategori Ratusan Kades di Probolinggo Ditengarai Tinggalkan Jam Dinas Demi Kawal Ketua Papdesi Daftar Bacabup
Tak Berkategori

Ratusan Kades di Probolinggo Ditengarai Tinggalkan Jam Dinas Demi Kawal Ketua Papdesi Daftar Bacabup

406
Ketua Papdesi, Supriyanto, saat mendaftar sebagai bakal calon Bupati Probolinggo melalui PDI Perjuangan

Probolinggo, newsradarjatim.com – Tindakan ratusan kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Probolinggo yang mengantarkan Supriyanto, Ketua Papdesi yang sekaligus menjabat Kepala Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, saat mendaftar sebagai bakal calon Bupati Probolinggo melalui PDI Perjuangan, pada Kamis (30/5/2024), menuai kritikan.

Kritikan tersebut dilontarkan aktivis Probolinggo Corruption Watch (Pro-CW), Bin Haudi. Menurutnya, tindakan para kepala desa dan perangkat desa itu telah melanggar tugas dan kewajiban sebagai pelayan masyarakat. Sebab, hal itu dilakukan saat jam kerja berlangsung, dengan memakai seragam dinas.

“Kepala desa itu bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Bukan ngurusi Bacabup. Ingatlah jam kerja,” tegasnya.

Kendati hal itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap ketua organisasinya, lanjut Bin Haudi, hal itu tetaplah tidak dibenarkan. Alasannya, aparatur pemerintah desa hanya dapat melaksanakan kegiatan di luar kantor jika hal itu berurusan dengan pemerintahan, bukan urusan politik Pilkada.

“Saya miris sekali melihat aparatur pemerintah desa dengan terbukanya menunjukkan dukungan politik. Entah mereka itu lupa atau sengaja bahwa dari jabatan yang disandangnya melekat batasan-batasan yang haram untuk dilanggar,” kesalnya.

Tak hanya itu, pria asal Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran ini juga memberikan warning terkait netralitas aparatur desa dan larangan berpolitik praktis pada saat perhelatan tahun politik, termasuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hal itu dikhawatirkan akan adanya konflik interest antara perangkat desa dengan masyarakat. Dan tentunya akan menimbulkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

“Memang sekarang belum masuk kepada kegiatan kampanye Pilkada. Namun jika yang terjadi di Kabupaten Probolinggo ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan tindakan oknum-oknum kepala desa dan perangkat desa itu ke depannya semakin kebablasan. Untuk itu, kami mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Inspektorat agar memanggil dan memeriksa para kepala desa dan perangkat desa yang telah meninggalkan jam kerja tersebut,” pintanya.

Sementara itu, salah satu kepala desa yang turut serta mengawal Supriyanto, Ketua Papdesi, saat mendaftar sebagai bakal calon Bupati Probolinggo melalui PDI Perjuangan, mengakui tindakannya itu hanya sebatas solidaritas sesama kepala desa.

“Bentuk solidaritas sesama kepala desa. Saya pun tidak tahu nantinya seperti apa. Tetap berlanjut sampai kepada penetapan calon atau ada keputusan lain. Namun sebagian besar yang hadir kemarin di antaranya perwakilan pengurus Papdesi di masing-masing wilayah kecamatan,” ungkapnya, sembari meminta agar namanya tidak disebut. (red)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Kader Jadi Ketua Panitia Acara ZR, DPC PPP Probolinggo Akan Bersikap

Probolinggo, newsradarjatim.com – Manuver kader Partai Persatuan Pembangunan atau PPP yang sekaligus anggota DPRD...

Bawaslu Akan Terjunkan Personil di Acara Lomba Video Tiktok ZR

Probolinggo, newsradarjatim.com – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Probolinggo akan menurunkan personilnya untuk...