
Probolinggo, newsradarjatim.com – Masyarakat Kabupaten Probolinggo yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Daerah (formad) Poros Timur menggelar audiensi di Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (26/7/23).
Audiensi tersebut dihadiri 3 perwakilan Maincont (kontraktor utama) pembangunan tol Probowangi tahap 1 yang ada di paket 1, 2, dan 3, pihak Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi, KPH Probolinggo, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, BPPKAD, Satpol PP, dan DPMPTSP.
Namun Wakil Bupati Probolinggo, H. A. Timbul Prihanjoko, dan Sekretaris Daerah (sekda) Ugas Irwanto yang juga sebagai Ketua Satgas Percepatan Investasi dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PIPPAD), tidak menghadiri acara diskusi yang dipandu oleh Ketua Bapemperda dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo tersebut.
Para pihak ini membahas seputar permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan tol yang cukup substansial. Tak terkecuali terkait keberadaan batching plant (tempat yang dikhususkan untuk memproduksi atau mengolah beton) yang ada di Kabupaten Probolinggo.
Salah satu pembicara Formad Poros Timur, Syaiful Bahri menanyakan jumlah batching plant dan kelengkapan legalitas usahanya. Namun hal tersebut tidak bisa dijawab oleh Hartono yang diutus sebagai perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Probolinggo.
“Saya belum mengecek datanya. Saya sendiri hanya di bagian sekretariat dan tidak tahu sebelumnya materi yang akan dibahas,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Camat Pakuniran ini.
Mendengar hal itu, Syaiful Bahri meminta agar pihak DPMPTSP menyiapkan datanya secara tertulis agar kemudian data tersebut nanti diserahkan ke pihak DPRD sebagai fasilitator dalam gelaran audiensi.
“Kami berharap agar ada schedule ulang untuk audiensi ini. Sebab Wabup Probolinggo dan Sekda selaku Ketua Satgas PIPPAD tidak hadir,” pintanya. (red)

Leave a comment